Cikole, Jurnal Sukabumi
Seorang pejabat Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten
Sukabumi nyaris terlibat baku hantam dengan aktivis mahasiswa. Insiden terjadi
saat puluhan mahasiswa bersama para petani menggelar demonstrasi menuntut hak
garapan tanah telantar. Adu jotos berhasil dicegah petugas kepolisian yang
mengawal aksi di halaman Kantor BPN Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/10) kemarin.
Kericuhan bermula ketika seorang aktivis mahasiswa melakukan orasi di
hadapan Kepala BPN Kabupaten Sukabumi, Tatang Sofyan. Dia mencoba bertanya
mengenai status hak guna usaha (HGU) sebuah perkebunan di Kecamatan
Warungkiara. Pertanyaan aktivis HMI itu ditanggapi seorang pejabat BPN dengan
nada emosi.
Tak pelak lagi, keduanya sempat bersitegang. Bahkan situasi ini menyulut
emosi aktivis mahasiswa lainnya. Ketegangan mencair setelah aparat kepolisian
menenangkan seorang aktivis yang berusaha memburu pejabat BPN.
Setelah situasi
mulai tenang, para mahasiswa kembali melanjutkan orasi. Mereka meminta
kejelasan seputar tuntutan para petani atas lahan perkebunan karet di Kecamatan
Warungkiara. Pasalnya, lahan seluas 720 hektar itu terindikasi masuk ketegori
tanah telantar.
''Para petani sudah
menggarap lahan perkebunan sejak 15 tahun lalu. Sedangkan status lahan
perkebunan terindikasi masuk tanah telantar. Sejauh ini tidak ada upaya dari
pihak perkebunan untuk memperpanjang HGU,'' ungkap koordinator aksi, Yandra
Utama Santosa.
Dalam aksi itu,
para mahasiswa sempat melakukan aksi treatikal. Bahkan mahasiswa sengaja
memberikan suguhan singkong mentah di hadapan para pejabat BPN. Aksi itu
sebagai protes mahasiswa terhadap pejabat BPN yang dinilai tidak pro terhadap
nasib para petani.
Setelah puas
menyampaikan orasi, para mahasiswa meninggalkan halaman Kantor BPN Kabupaten
Sukabumi. Aksi dilanjutkan dengan mendatangi Gedung Pendopo Bupati Sukabumi
yang berjarak sekitar 400 meter. Dalam aksi ini, sejumlah mahasiswa sempat
menyegel pintu gerbang Gedung Pendopo yang berada di Jalan A. Yani.
Para pengunjuk rasa
menyampaikan kekecewaannya terhadap Pemkab Sukabumi dalam mengurus masalah
pertanahan. Rombongan aktivis mahasiswa bersama para petani akhirnya diterima
Assisten Daerah (Asda) I Pemkab Sukabumi, Zainul didampingi Kepala Kesbangpol
Muhamad Yusuf.
Disela-sela aksi,
para pengunjuk rasa sempat melakukan doa bersama. Mereka mengharapkan Bupati
Sukabumi Sukmawijaya dibukakan hatinya untuk memperjuangkan nasib para petani.
Pasalnya, perjuangan agar petani mendapat hak atas lahan hingga saat ini belum
ada kepastian hukum. Bambang Setian
0 komentar:
Posting Komentar