Home » » Dinkes Fogging Sarang Cikungunya

Dinkes Fogging Sarang Cikungunya

Written By Jurnal Sukabumi on Minggu, 13 Oktober 2013 | 03.00

Lembursitu |Jurnal Sukabumi
Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi kembali turun ke lapangan melakukan kegiatan fogging (pengasapan, red). Sasarannya kali ini difokuskan di Kampung Pangkalan Kidul dan Cipanengah Hilir Kelurahan Situmeker Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi. Kedua daerah ini disebut-sebut sebagai sarang penyakit cikungunya yang disebarkan melalui nyamuk Aides Aigepty. ''Dalam satu pekan sudah ada belasan warga yang terserang penyakit cikungunya. Serangan penyakit ini tejadi dalam waktu yang hampir secara bersamaan. Makanya kami meminta bantuan Dinas Kesehatan untuk melakukan fogging,'' ungkap kader Posyandu RW 06 Kelurahan Situmeker, Supriyatin. Hal yang sama terjadi di lingkungan RW 04 Kelurahan Situmekar Kecamatan Lembursitu. Setiap hari ada saja warga yang harus berobat ke rumah sakit maupun puskesmas dengan gejala yang sama. Mereka mengalami demam disertai nyeri pada persendian. ''Penyebaran penyakit cikungunya salah satunya karena faktor lingkungan yang kurang sehat. Namun perlu dipahami juga daerah kami berdekatan dengan tempat pembuangan sampah akhir. Karena situasi itu, potensi penyebaran penyakit sangat mudah menyerang warga kami,'' ungkap tokoh Kampung Cipanengah Hilir, Rahmat Edo. Petugas Seksi Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kota Sukabumi, Jamjam mengakui serangan penyakit cikungunya akhir-akhir ini cukup tinggi. Ada beberapa kecamatan yang masuk kategori rawan cikungunya. Salah satunya di Kecamatan Lembursitu terutama di Kampung Pangkalan Kidul dan Cipanengah Hilir. ''Sebenarnya kegiatan pengasapan bukan merupakan solusi. Sebab pengasapan hanya bisa membunuh nyamuk dewas. Yang paling baik dilakukan bagaimana masyarakat bisa memiliki pola hidup bersih dan sehat,'' kata Jamjam. Petugas Puskesmas Lembursitu Kota Sukabumi Titin membenarkan penyebaran penyakit cikungya belakangan ini cukup tinggi. Selama Bulan Juli hingga Oktober tercatat ada 69 kasus Cikungunya yang ditanganinya. Peningkatan cikungunya paling tinggi terjadi di Kampung Pangkalan Kidul dan Cipangah Hilir. Dijelaskannya, gejala seseorang yang tertular penyakit cikungunya biasanya mengalami demam tinggi, pusing, mual dan sakit pada persendian tulang. Warga diminta segera melapor jika ada temuan gejala penyakit cikungunya. Gejala penyakit cikungunya hampr sama dengan Demam Berdarah. Bambang Setian
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar



 

Copyright © 2013. Jurnal Sukabumi - All Rights Reserved